Tuhan Itu Esa
TUHAN yang disembah adalah satu dan Mahaesa. Tidak pernah ada tiga TUHAN. Kebenaran ini menjelaskan satu TUHAN yang tunggal, yang menyatakan keagungan dan kasih-Nya kepada manusia melalui wujud kehadiran yang nyata.
Anggapan bahwa ada lebih dari satu TUHAN sering kali timbul karena kesalahpahaman dalam menangkap penjelasan ajaran. Sejak awal, Alkitab menegaskan dengan sangat jelas bahwa TUHAN itu satu dan Mahaesa.
Dasar ini tidak pernah berubah. Namun, bagaimana manusia yang terbatas dapat memahami keberadaan TUHAN yang tidak terbatas?
Untuk menggambarkannya secara sederhana, kita bisa melihat contoh kecil pada diri manusia sendiri:
Apakah perkataan dan nafas seseorang berarti ada tiga manusia yang berbeda? Tentu tidak. Ketiganya adalah kesatuan utuh dari satu keberadaan diri.
Pikiran manusia memang terbatas. Jika seluruh keagungan TUHAN bisa dimasukkan sepenuhnya ke dalam otak manusia yang kecil, maka Dia bukan lagi TUHAN yang Maha Esa dan Mahabesar.
Kesulitan kita untuk memahami seluruh rahasia-Nya justru membuktikan bahwa TUHAN jauh melampaui segala jalan pikiran manusia. Kita diajak untuk menerima kebaikan dan penyataan diri-Nya dengan rasa syukur dan kerendahan hati.
TUHAN itu tetap satu. Dia adalah Bapa yang mengasihi, yang menyapa kita melalui Yesus, dan yang memberi kekuatan batin di dalam hati setiap orang yang berharap kepada-Nya.