Jalan Satu-Satunya kepada TUHAN

Jalan Terang di Tengah Keheningan
Inti Pemahaman:

Menemukan jalan kembali kepada TUHAN bukan soal seberapa keras usaha manusia memanjat langit. Keselamatan adalah jembatan pemberian dari TUHAN sendiri melalui Yesus, agar setiap jiwa menemukan kedamaian dan kehidupan sesungguhnya.

Di dalam hati setiap manusia, selalu ada kerinduan untuk menemukan asal dan tujuan hidup. Kita merindukan kedamaian yang utuh bersama TUHAN, Pencipta kita.

Secara alamiah, manusia berusaha mencari jalan sendiri. Ada yang mencoba menimbun perbuatan baik, menata ketaatan, atau mengumpulkan ilmu pengetahuan. Namun, semakin keras manusia berusaha, semakin tersadar betapa terbatasnya diri ini.

Jurang antara TUHAN yang Mahasuci dan manusia yang penuh cela terlalu lebar untuk dilompati oleh kehebatan diri sendiri.

Pemberian Cuma-Cuma (Kasih Karunia) bahasa sederhananya: pertolongan dari TUHAN yang diberikan secara gratis tanpa menuntut bayaran, karena manusia memang tidak akan pernah sanggup membelinya.

Karena TUHAN paham akan kelemahan dan ketidakberdayaan kita, Dia tidak menunggu manusia berhasil memanjat naik. Sebaliknya, TUHAN yang mengambil langkah turun mendekati manusia.

Yesus hadir sebagai jalan yang dibentangkan oleh TUHAN sendiri. Dia bukan sekadar mengajar atau memberi petunjuk arah dari jauh. Yesus menjadi pintu dan jembatan hidup itu sendiri.

Saat Yesus menyatakan bahwa tidak ada orang yang sampai kepada Bapa tanpa melewati diri-Nya, pernyataan itu bukanlah bentuk kesombongan atau seruan yang menyingkirkan. Pernyataan itu adalah pengumuman kasih.

Pesan itu mengabarkan bahwa manusia tidak perlu lagi lelah dan frustrasi mencari jalan yang tidak pasti. TUHAN sudah menyediakan satu-satunya jembatan yang aman dan pasti.

Keselamatan bersama TUHAN bukanlah piala penghargaan bagi orang yang merasa paling bersih. Keselamatan adalah kado pemberian TUHAN yang siap diterima oleh siapa saja yang mau datang dengan kerendahan hati.


Penelaah: DAS Sapaan Teduh MARILAH