Gila, Bohong atau TUHAN...?
Banyak orang menghormati Yesus sekadar sebagai tokoh moral yang baik. Namun jika kita cermati setiap pernyataan-Nya secara jujur dan akal sehat, hanya ada tiga kemungkinan: Dia seorang pembohong, orang yang tidak waras, atau Dia memang TUHAN yang hadir menyapa manusia.
Di tengah masyarakat, kita sering mendengar anggapan bahwa Yesus adalah seorang guru moral yang agung. Banyak orang menyukai ajaran kasih-Nya, tetapi menolak pengakuan bahwa Dia berasal dari TUHAN.
Jika kita merenungkannya dengan jernih, pendapat seperti itu justru membingungkan. Seorang manusia biasa yang mengaku sebagai TUHAN tidak bisa begitu saja dianggap sebagai "guru moral yang baik".
Mari kita lihat tiga kemungkinan itu secara bersahaja dan logis:
Mengenal Yesus mengajak kita untuk mengambil sikap hati yang jujur. Kita tidak bisa berhenti hanya dengan mengagumi ajaran-Nya, lalu mengabaikan siapa diri-Nya sesungguhnya.
Ketika kita bersedia membuka pintu hati dan menerima perkataan-Nya dengan kerendahan hati, di situlah kita menemukan kepastian pegangan dan kedamaian sejati bagi jiwa kita.