Alasan Dia Sanggup Menyelamatkan
Peristiwa wafatnya Yesus di atas kayu salib bukanlah sebuah kegagalan sejarah atau paksaan dari musuh-musuh-Nya. Peristiwa itu terjadi atas dasar kehendak TUHAN dan penyerahan diri Yesus secara sukarela demi mengasihi dan memulihkan kehidupan manusia.
Peristiwa penyaliban Yesus sering kali menimbulkan pertanyaan di dalam benak banyak orang. Mengapa sosok yang dikenal selalu berbuat baik dan menyembuhkan orang sakit harus mengakhiri hidup-Nya di kayu salib?
Jika hanya dilihat dari catatan sejarah luar, peristiwa itu tampak seperti nasib buruk akibat ketidaksukaan para penguasa zaman itu. Namun, jika kita melihat lebih dalam, ada kehendak yang jauh lebih besar di balik peristiwa tersebut.
Bahasa sederhananya: Dia bersedia menanggung beban hukuman yang seharusnya dipikul oleh manusia (kesediaan kurban).
Kematian Yesus di atas kayu salib bukanlah bukti kelemahan. Sebaliknya, peristiwa itu adalah puncak bukti betapa seriusnya TUHAN mengasihi manusia.
Melalui pengorbanan itu, jalan pengampunan dan kehidupan baru dibuka lebar bagi siapa saja yang mau datang kepada-Nya dengan hati yang tulus dan rendah hati.