Alasan Dia Sanggup Menyelamatkan

Pemandangan Senja yang Hening
Inti Pemahaman:

Peristiwa wafatnya Yesus di atas kayu salib bukanlah sebuah kegagalan sejarah atau paksaan dari musuh-musuh-Nya. Peristiwa itu terjadi atas dasar kehendak TUHAN dan penyerahan diri Yesus secara sukarela demi mengasihi dan memulihkan kehidupan manusia.

Peristiwa penyaliban Yesus sering kali menimbulkan pertanyaan di dalam benak banyak orang. Mengapa sosok yang dikenal selalu berbuat baik dan menyembuhkan orang sakit harus mengakhiri hidup-Nya di kayu salib?

Jika hanya dilihat dari catatan sejarah luar, peristiwa itu tampak seperti nasib buruk akibat ketidaksukaan para penguasa zaman itu. Namun, jika kita melihat lebih dalam, ada kehendak yang jauh lebih besar di balik peristiwa tersebut.

1. Rencana Penebusan dari TUHAN Sejak awal, TUHAN melihat bahwa manusia tidak sanggup menyelamatkan dirinya sendiri dari akibat kesalahan hidup. Karena kasih-Nya yang besar, TUHAN merancangkan jalan pertolongan agar hubungan manusia dengan Penciptanya dapat pulih kembali.
2. Penyerahan Diri Secara Sukarela Yesus tidak menjalani hukuman itu karena terpaksa atau kalah oleh kuasa dunia. Dia memiliki wewenang untuk menghindar. Namun, Yesus memilih untuk menyerahkan diri-Nya secara sadar.

Bahasa sederhananya: Dia bersedia menanggung beban hukuman yang seharusnya dipikul oleh manusia (kesediaan kurban).
3. Pelaksanaan dalam Sejarah Manusia Di dalam perjalanan sejarah, keputusan itu terlaksana melalui tindakan tokoh-tokoh politik dan agama saat itu. Merekapun bertindak atas kehendak bebas dan rasa iri hati mereka. Namun, TUHAN memakai jalan sejarah yang kelam itu untuk mendatangkan kebaikan agung bagi seluruh manusia.

Kematian Yesus di atas kayu salib bukanlah bukti kelemahan. Sebaliknya, peristiwa itu adalah puncak bukti betapa seriusnya TUHAN mengasihi manusia.

Melalui pengorbanan itu, jalan pengampunan dan kehidupan baru dibuka lebar bagi siapa saja yang mau datang kepada-Nya dengan hati yang tulus dan rendah hati.


Penelaah: DAS Sapaan Teduh MARILAH